BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
Logo Badan Pertanahan Nasional RI
HomePeraturanPengadaanBPN MailPeta OnlineSearchSite MapLogin
TAJUK UTAMA







KELEMBAGAAN
Tentang BPN
Rencana Strategis BPN
Unit Eselon I
Unit Eselon II
Website Daerah
Kontak
LAYANAN
Layanan Pertanahan
Layanan PPAT
Informasi Berkas
Sistem Informasi Eksekutif
Peta Online
BERITA & ARTIKEL
Berita
Artikel
INTERAKTIF
Pengaduan Masyarakat
EDITORIAL


24 Februari 2010
Diskusi juga harus diperlakukan sebagai wadah besar yang selalu mampu diisi dan disegarkan dengan ide-ide, semangat berbagi pengetahuan, niat baik untuk berbagi cara pandang dan kemauan kuat untuk mengimplementasikan
15 Februari 2010
Seperti American Airlines, efisiensi yang kami lakukan juga akan mengurangi beberapa hal di sisi pelanggan. Untungnya, yang dikurangi dari revisi ini adalah waktu yang harus dihabiskan para pelanggan di kantor kami dan simpul-simpul layanan yang harus didatanginya.
20 September 2009
Organisasi harus dapat mengakomodasi pilihan rasional anggotanya. Saya bertambah bingung mendengar kesimpulan itu. Tidakkah seharusnya anggota organisasi yang harus mengakomodasi pilihan rasional organisasinya?
31 Agustus 2009
 Semangkuk soto dengan sedikit perasan jeruk nipis, ayam goreng, tempe goreng dan teh manis mengguncang khayalanku. Aku sudah melupakan betapa sia-sia puasa ini jika dihabiskan dengan meratapi kelaparan. Untuk beberapa saat, kubiarkan diriku tergolek lunglai tanpa harga diri karena tak mampu melawan imaji soto yang begitu menggoda. Otak yang memang kuhemat pergerakannya sejak saat imsak, akhirnya terbangun juga karena dilema soto ini. Ia kemudian menyampaikan data tubuhku yang masih berlebih karbohidrat, protein, lemak dan sejenisnya. Aku menolak laporannya dan meneriakkan fakta bahwa –entah bagaimana- aku lapar.
4 Agustus 2009
Agustus, bulan yang riang. Nyala merah dan bersihnya putih akan menjadi atap negeri ini. Sudah terbayang para orang tua tertawa riang menyaksikan anak-anaknya berlomba makan kerupuk, anak-anak terpingkal-pingkal melihat ayahnya memakai daster ibunya sebagai kostum pertandingan sepakbola, para ibu berkumpul di rumah bu RT untuk memasak konsumsi dan para remaja sibuk menyiapkan panggung hiburan berhiaskan merah dan putih. 
10 Maret 2009
 Wanita itu menunduk dalam, mempersilahkan saya dengan sangat sopan. Kecantikannya tak tertutupi oleh bulir-bulir keringat yang deras mengaliri wajahnya. Tidak terusik pula ia oleh matahari yang memendar tajam, mencoba melegamkan kulitnya. Tangan kokohnya malah melepas caping dan digantungkan di batang cangkul yang terhaluskan oleh genggam tangannya sejak lama. Masih dengan sangat sopan, kemudian ia bercerita cerdas tentang tanah persawahan, irigasi, padi hibrida, komposisi pupuk, pemasaran beras, mekanisme bagi hasil, bahkan tentang kesejahteraan petani. Tersentak sadar, ia buru-buru mencari tempat teduh dan mengajak saya berlindung. Di tanah pasundan yang sering dikenali karena kecantikan gadis-gadisnya, hari itu saya temukan lagi sebuah kecantikan. Kali ini, kecantikan itu menyatu indah dengan caping, cangkul dan sendal penuh lumpur. Tanpa setitikpun ekspresi menderita, ia teruskan ceritanya tentang siklus panen yang tak selalu berbuah manis. Tanpa setitikpun ekspresi iri, ia juga bercerita tentang pemilik tanah yang di awal musim tanam sudah menerima uang sewa darinya dan 8 wanita teman seperjuangannya. Tanpa setitikpun ekspresi narsis, ia juga bercerita tentang betapa ia sudah berkontribusi demi penghidupan keluarga yang lebih baik.
25 Februari 2009
Washington DC, hampir 80 tahun yang lalu, John Maynard Keynes melempar berlembar-lembar handuk di tengah ceramah seriusnya. Tidak ada kata handuk dalam makalahnya, sebagaimana tidak ada teori ekonomi yang ingin dianalogikan dengan cara melempar handuk. 
27 Januari 2009
Di sejuknya lereng gunung yang menaungi sebuah desa bagi para ksatria, hari itu tak terlihat senyum ceria. Derap lalu-lalang kuda seperti menambah kencang genderang perang yang berdentum mengguncang desa. Di sebuah rumah, seakan tak mendengar teriak lantang sang dewa perang, seorang pria termangu bimbang. Janda dari ksatria yang telah dibunuhnya di medan laga, tulus menawarkan seragam perang sang mendiang suami. Karena sang janda sadar, pria itu sebenarnya tidak pernah menjadi musuh suaminya. Pria itu –sama seperti mendiang suaminya- hanyalah abdi dari rasa cinta untuk negerinya, dimana untuk itu ia diberikan kehormatan untuk mengenakan seragam. Dan untuk rasa cinta yang sama, akhirnya pria itu mengenakan seragam perang seorang ksatria yang telah dibunuhnya.
14 Januari 2009
Dalam pergerakan kebudayaan (sejauh yang saya tahu), akan sulit mencari pembanding dari revolusi yang digelorakan oleh the flower generation pada tahun 60-an; sebuah gerakan kebudayaan yang mampu mempengaruhi hampir seluruh pelosok dunia. Tapi jika ia memang perlu pembanding, saya akan mengajukan komputer sebagai pembandingnya. Meski evolutif, tapi pengaruhnya mungkin jauh lebih luas daripada gerakan the flower generation. Pelan-pelan, komputer memproklamirkan terintegrasinya kehidupan manusia dengan mesin. Sejak proklamasi itu, komputer dengan segala kecanggihannya terus saja menawarkan hal-hal baru kepada peradaban dunia. 
1 Januari 2009
Dan demi waktu, yang bergulir di sampingmu
Berat rasa hatiku tuk meninggalkanmu..
 
Demi Waktu, UNGU BAND 
Menampilkan peraturan urutan 1 s/d 10 (dari 11 berita)
 1 - 2