Sebanyak 2.850 Sertipikat Dibagikan di Jember

Jember - Sebanyak 2.850 sertipikat tanah Hasil Program Strategis Nasional, Fasilitasi dan Pembinaan serta Kerjasama Akses Reform dibagikan oleh Presiden RI, Joko Widodo kepada 12 orang penerima secara simbolis di New Sari Utama Convention Hall, Kabupaten Jember, Minggu (13/8).

Sertipikat yang dibagikan merupakan wilayah Karesidenan Besuki yaitu Jember, Lumajang, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso serta Probolinggo.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa kepemilikan sertipikat tanah dapat mencegah sengketa pertanahan."Banyak sekali keluhan masyarakat mengenai sengketa tanah. Untuk itu, saya sudah minta Kementerian ATR/BPN untuk menerbitkan 5 juta sertipikat untuk tahun ini, 7 juta sertipikat untuk tahun depan serta 9 juta sertipikat pada tahun 2019," himbau Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan apabila ingin mengagunkan ke bank, modalnya digunakan untuk hal-hal yang produktif. "Jangan buat gagah-gagahan," himbau Jokowi.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan A. Djalil dalam laporannya mengatakan saat ini baru 38,84  persen tanah di Provinsi Jawa Timur yang bersertipikat.

"Untuk tahun 2017, Provinsi Jawa Timur menargetkan 662.500 sertipikat," ujar Sofyan.

Menteri ATR/Kepala BPN juga melaporkan bahwa peserta yang hadir sebanyak 2.850 orang.

Sertipikat tanah tersebut diberikan kepada masyarakat berprofesi sebagai petani, nelayan, ibu rumah tangga, serta Purnawirawan TNI.

Pujiartik (40), ibu rumah tangga, pemilik tanah seluas 643 m2, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ATR/BPN serta Kantor Pertanahan Kabupaten Jember karena telah memperoleh sertipikat. "Kini tanah saya sudah aman karena sudah memiliki sertipikat," kata Puji.

Sementara Sucipto (53), seorang Purnawirawan TNI dari Kabupaten Jember mengaku sangat senang dan bahagia. "Apresiasi atas kerja BPN," ujarnya. (Humas)