Tingkatkan PTSL, Kementerian ATR/BPN Bagikan Sertipikat di Kota Bekasi

Bekasi - Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) membagikan 500 sertipikat tanah kepada masyarakat di Kantor Pertanahan Kota Bekasi, Kamis (1/3).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 325 orang masyarakat yang berasal dari Kelurahan Cikiwul dan Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi.

Usai menyerahkan sertipikat kepada perwakilan masyarakat, Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil mengatakan bahwa Kementerian ATR/BPN sekarang sedang giat menerbitkan sertipikat tanah. Menurut Sofyan, ini merupakan perintah dari Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

"Tahun lalu, Kementerian ATR/BPN berhasil menerbitkan 5 juta sertipikat tanah. Untuk tahun ini, Kementerian ATR/BPN diberikan target agar menerbitkan 7 juta sertipikat tanah. Dan untuk tahun depan akan diterbitkan 9 juta sertipikat tanah. Presiden memiliki target agar tahun 2023 seluruh tanah di Indonesia telah bersertipikat," ujar Sofyan.

Lebih lanjut, Sofyan mengungkapkan bahwa dalam berbagai kesempatan Presiden sering menerima laporan mengenai tanah sengketa. "Dengan memiliki sertipikat tanah, dapat menghindari sengketa pertanahan," kata Sofyan.

Sofyan menambahkan, selain memiliki nilai hukum, sertipikat tanah juga memiliki nilai ekonomi. Saat ini, masyarakat penerima sertipikat tanah ada yang mengagunkan sertipikat miliknya tersebut ke bank. Sofyan berpesan agar melakukan perhitungan dengan hati-hati usai memperoleh uang dari mengagunkan sertipikat. 

"Bapak Ibu bisa menggunakan uang tersebut sebagai modal usaha. Jangan digunakan untuk membeli kendaraan bermotor karena jika tidak sanggup melunasi kendaraan akan ditarik oleh dealer dan sertipikat kita akan ditahan oleh bank," kata Sofyan.

Dalam laporannya, Kepala Kantor Pertanahan Kota Bekasi, Muhammad Irdan melaporkan bahwa tanah di Kota Bekasi tinggal 25 persen yang belum bersertipikat atau sekitar 175.000 bidang. 

Irdan menyampaikan bahwa pada tahun 2017, Kota Bekasi mendapat alokasi untuk PTSL sebanyak 3.500 bidang. "Tahun 2017 hanya satu kecamatan yang menjadi objek PTSL yaitu Bantar Gebang dengan dua kelurahan yaitu Citiwul dan Sumur Batu dan tahun 2018 Kota Bekasi mendapat alokasi PTSL sebanyak 40.000 bidang dengan sebaran di lima Kecamatan yaitu Rawa Lumbu, Mustika Jaya, Bantar Gebang, Bekasi Barat dan Bekasi Selatan," ujar Irdan.

Humas Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
Twitter: @atr_bpn
Instagram: @Kementerian.ATRBPN
Fanpage Facebook: facebook.com/KementerianATRBPN atau s.id/1gbp
Youtube: Kementerian ATRBPN atau s.id/ntQ
Situs: atrbpn.go.id