Syukuri Lahir Sebagai Orang Indonesia, CPNS ATR/BPN Diminta Jaga Persatuan dan Kesatuan

Cikeas Udik - Indonesia merupakan negara majemuk yang terdiri dari suku, agama dan ras di dalam masyarakatnya. Setiap masyarakat memiliki peluang dapat menjadi apa saja serta mewujudkan cita-citanya. "Kita harus bersyukur lahir di Indonesia," ujar Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan A. Djalil saat memberikan kuliah umum kepada 278 orang peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan II Angkatan VII sampai dengan Angkatan XIII (Gelombang 4)  di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian ATR/BPN, Cikeas Udik, Rabu (8/8).

Sofyan A. Djalil membagikan pengalaman hidupnya kepada para peserta dalam kegiatan tersebut. "Saya lahir di Provinsi Aceh. Ayah saya tukang pangkas rambut dan ibu saya guru mengaji. Gelar saya pertama kali adalah Pendidikan Guru Agama atau P.G.A. Saya juga sempat bekerja di pabrik karet selama 3 tahun lalu kemudian datang ke Jakarta untuk mengadu nasib," ungkap Sofyan A. Djalil.

"Saya sempat bekerja di Kejaksaan Agung dan punya keinginan untuk ikut ujian agar bisa menjadi Hakim. Namun, keluarga tidak setuju sehingga saya keluar dan gagal sudah impian saya menjadi Hakim. Keluar dari Kejaksaan Agung, saya melamar sebagai peneliti dan Alhamdullilah, diterima oleh sebuah lembaga penelitian dan juga setahun setelahnya lulus ujian agar dapat melanjutkan pendidikan keluar negeri," ujar Sofyan A. Djalil.

Menteri ATR/Kepala BPN juga berbagi tips supaya bisa meraih kesuksesan dan keberhasilan dalam berkarir. "Agar sukses dalam bekerja dan meraih apa yang kita cita-citakan adalah dengan menanamkan etos kerja keras dan membentuk karakter kita," ujar Sofyan A. Djalil.

Lebih lanjut, Sofyan A. Djalil mengungkapkan bahwa sebagai orang yang bersyukur menjadi bangsa Indonesia, harus merawat persatuan dan kesatuan yang sudah ada. Menurutnya, saat ini banyak terjadi intoleransi sehingga menimbulkan bibit-bibit perpecahan antar masyarakat. "Jangan ada intoleransi yang terjadi di masyarakat sehingga muncul keresahan. Untuk itu, kita perlu menjunjung Pancasila bersama Bhinneka Tunggal Ika," pesan Sofyan A. Djalil.