Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Sertipikat Tanah

Serdang Bedagai - Banyaknya sengketa pertanahan dinegeri ini banyak disebabkan karena banyak dari masyarakat yang belum memiliki sertipikat tanah. "Untuk itu saya minta tahun depan diterbitkan 7 juta sertipikat tanah. Tahun depannya lagi 9 juta sertipikat," kata Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pada acara peremajaan kelapa sawit di Desa Kota Tengah, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara, Senin (27/11).

Presiden juga mengatakan bahwa pengurusan sertipikat tanah jangan lagi dipersulit. Menurut Presiden saat ini sudah bukan jamannya lagi mengurus sertipikat tanah sampai berbulan-bulan. "Saya ingin masyarakat senang karena memiliki sertipikat tanah," ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi juga berpesan kepada masyarakat agar melakukan perhitungan terlebih dahulu sebelum mengagunkan sertipikatnya ke bank. Jokowi juga menambahkan agar pinjaman yang didapat hendaknya digunakan untuk modal usaha. "Jika dibelikan mobil, paling lama gagahnya cuma 6 bulan saja. Berikutnya sertipikatnya disita oleh bank," ujar Jokowi.

Pada kesempatan yang sama, sebelum dimulai acara tersebut, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan A. Djalil mengatakan bahwa tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia sudah bersertipikat, paling tidak sudah diukur.

"Dengan sudah memiliki sertipikat berarti tanah tersebut memiliki kepastian hukum, terhindar dari sengketa serta dapat diagunkan ke bank sebagai modal usaha," ujar Sofyan.

Pada acara tersebut diserahkan 503 sertipikat tanah kepada masyarakat dan sebanyak 6 orang menerima langsung dari Presiden RI.