Menteri Sofyan: Penyelesaian Masalah Reforma Agraria Butuh Waktu

Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil mengaku penyelesaian masalah terkait reforma agraria bukanlah sesuatu yang mudah dan membutuhkan waktu. "Saya punya keyakinan masalah bisa diselesaikan. Ini seperti menyelesaikan benang kusut, semakin dibuka semakin kelihatan kusutnya. Makanya it takes time,"ujarnya pada Konferensi Tenurial  yang mengangkat tema "Mewujudkan Hak-Hak Rakyat dalam Penguasaan Tanah dan Pengelolaan Hutan di Indonesial di Hotel JS Luwansa, Kuningan Jakarta, Rabu (25/10).

Sofyan juga menanggapi pertanyaan peserta konferensi yang menilai perkembangan penyelesaian masalah tanah rakyat di lahan Hak Guna Usaha (HGU) lamban dibandingkan dengan sertifikasi. Menurutnya program sertifikasi lebih maju justru karena tidak adanya masalah. Meski demikian pemerintah masih dihadapkan dengan fakta bahwa baru 46 juta dari 130 juta bidang tanah yang bersertifikat. "Targetnya tahun depan bisa jadi 53 juta bidang tanah yang bersertifikat," kata dia.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menambahkan kebijakan reforma agraria adalah bagian dari kebijakan pemerataan ekonomi. "Bukan sekedar bagi-bagi tanah," kata dia. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat salah satunya melalui sertifikasi yang dapat memberikan kepastian hukum. "Saya optimis fondasi sudah dibangun sehingga kita tinggal menjalankan," jelasnya.

Konferensi Tenurial merupakan acara yang diadakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mendorong pembenahan pada penguasaan tanah dan hutan. Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil, Menteri KLHK Siti Nurbaya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Laode Muhammad Syarif.