Menteri ATR/Ka BPN Minta Tanah Wakaf Dikelola Secara Produktif

Semarang - Tanah wakaf harus  dikelola secara produktif. Demikian yang dikatakan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan A. Djalil pada saat menghadiri Dialog Nasional Pemberdayaan Wakaf, Semarang, Selasa (24/10).

Menurut Sofyan, tanah wakaf memiliki potensi besar untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat karena memiliki luas yang sangat besar di Indonesia. "Berdasarkan laporan Rapat Kabinet, luas tanah wakaf di Indonesia mencapai 420.000 ha. Itu yang tercatat. Ada juga yang belum tercatat," ujar Sofyan.

"Pemanfaatannya tanah-tanah wakaf tersebut berbeda-beda. Ada yang sudah bagus namun ada juga yang belum. Saya minta pengelolaan tanah wakaf harus benar-benar produktif," kata Menteri ATR/Kepala BPN.

Pengelolaan secara produktif dicontohkan Sofyan dengan cara membangun sekolah maupun panti asuhan bagi mereka yang membutuhkan. "Apabila masjid/mushalla terkena pembebasan lahan. Tidak harus dibangun masjid pengganti. Bisa dibangun sekolah ataupun panti anak yatim. Yang penting bangunan tersebut berguna untuk kemaslahatan ummat," kata Sofyan.

Pada kesempatan yang sama, Menteri ATR/Kepala BPN mengisahkan kisah masa mudanya yang penuh perjuangan. Semasa muda Sofyan pernah menjadi pegawai pabrik karet, menjadi guru dan pernah tidur di masjid saat pertama kali merantau di Jakarta.

Berdasarkan pengalaman hidupnya, Sofyan berpesan agar selalu memiliki keyakinan kepada diri sendiri. Karena di Indonesia, setiap orang bisa mewujudkan cita-citanya.

"Intinya kita punya keyakinan karena di Indonesia kita bisa menjadi apapun," ungkap Sofyan.

Dialog Nasional Pemberdayaan Wakaf ini diselenggarakan untuk memperingati 30 tahun Wakaf Alm. Harmonie Djaffar, yang merupakan ayah dari Ibu Ratna Megawangi.