Memaknai Isra’ Mi’raj untuk Membentuk Karakter Disiplin

Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengadakan acara keagamaan dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H dan menyambut bulan suci Ramadhan 1439 H yang mengangkat tema "Memaknai Sholat Sebagai Amaliah Utama dalam Membentuk Karakter Manusia yang Disiplin" di Aula Prona Lantai 7, Gedung Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Senin (14/5).

Tema tersebut diangkat karena dilatarbelakangi oleh peristiwa Isra’ Mi’raj yang merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW untuk mendapatkan perintah sholat langsung dari Allah SWT.

Pada acara tersebut, Plt. Sekretaris Jenderal Sudarsono mengatakan dalam Isra’ Mi’raj Allah telah diungkapkannya rahasia yang Maha Besar dan begitu Agung tentang alam semesta melalui Nabi Muhammad SAW, “Hikmah yang bisa diambil dari Isra’ Mi’raj yaitu, Allah SWT adalah Maha Kuasa yang kekuasaannya tidak terbatas melebihi akal pikiran manusia, peristiwa ini menjadi penambah keyakinan dan keimanan kita akan kekuasaan Allah", ujarnya.

Lebih lanjut, Sudarsono menjelaskan bahwa keyakinan akan alam gaib dalam hal surga dan neraka pada hakikatnya  mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia ini akan berakhir dalam waktu tertentu. Selain itu, manusia juga diperintahkan untuk sholat lima waktu. 

"Sebagai pelajaran dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia terkhusus ATR/BPN yang beriman, bermoral, intelektual, sehat jasmani dan rohani, Isra’ Mi’raj memberikan pelajaran yang amat penting dalam pengembangan sumber daya manusia untuk menghadapi segala permasalahan yang ada saat ini,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Acara Agus Nurinsanto, S.H. dalam laporanya menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut untuk lebih mendalami ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah dan menjauhi segala laranganNya, menjadikan jajaran ATR/BPN semakin berakhlak baik, menjauhkan diri dari perbuatan keji dan munkar, menjaga hati dan perbuatan untuk menzolimi hati sesama, kemudian meningkatkan disiplin dalam melakukan kegiatan keseharian baik yang bersifat pribadi maupun sebagai aparatur negara.

Acara itu diisi siraman rohani yang diisi oleh penceramah K.H. Dr. Ahmad Lutfi Fathulloh yang berlangsung dengan penuh khidmat.