Kick-Off Meeting Kerjasama Kementerian ATR/BPN dengan Asian Development Bank

Palembang - Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional melalui Direktorat Pemanfaatan Ruang melakukan kerjasama dengan Asian Development Bank (ADB) dengan tema Strengthening Spatial Planning for Resilient Urban Development in Indonesia. Kegiatan kerjasama ini diawali dengan Kick-off Meeting yang diselenggarakan di Kantor Walikota Palembang dan dihadiri oleh para pejabat dan perwakilan dari instansi daerah yang membidangi tata ruang, perencanaan pembangunan, infrastruktur, serta lingkungan (17/10). Kick-off meeting ini dibuka oleh Sekda Kota Palembang bersama dengan Direktur Pemanfaatan Ruang. “Kerjasama ini dilatarbelakangi oleh adanya keinginan bersama para pemangku kepentingan untuk dapat meningkatkan kualitas rencana tata ruang, terutama kawasan perkotaan metropolitan,” ungkap Dwi Hariyawan selaku Direktur Pemanfaatan Ruang. Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh kawasan perkotaan metropolitan saat ini adalah perlunya perencanaan yang terintegrasi dari seluruh wilayah yang tercakup dalam kawasan perkotaan dengan tidak mengedepankan ego kewilayahan.

Salah satu output yang akan dihasilkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya pedoman sebagai panduan untuk perencanaan tata ruang kawasan metropolitan dengan menjadikan Kawasan Metropolitan Palembang sebagai pilot study. Dalam kegiatan ini aspek ketangguhan kota dalam rangka perwujudan “resilient city” akan menjadi fokus utama. Harapannya dengan adanya kegiatan kerjasama ini, draft pedoman yang akan dihasilkan dapat ditindaklanjuti menjadi sebuah Peraturan Menteri yang nantinya menjadi acuan bagi seluruh kawasan metropolitan yang ada di Indonesia sehingga terwujud kawasan metropolitan yang lebih berkelanjutan dan tangguh baik terhadap ancaman bencana maupun perubahan iklim.

Dalam pidato sambutannya, Sekda Kota Palembang Harobin Mustofa, menyambut baik adanya kerjasama ini dengan menjadikan Metropolitan Palembang sebagai pilot study. Harobin menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi peluang yang sangat baik bagi daerah yang tercakup dalam Metropolitan Palembang yang saat ini sedang melakukan peninjauan kembali RTRW untuk meningkatkan kualitas produk perencanaannya. Berdasarkan proyeksi 10 tahun ke depan, kawasan Metropolitan Palembang akan semakin semrawut jika tidak direncanakan secara baik serta dikendalikan secara benar. Sekda mengharapkan agar para instansi terkait, bukan hanya yang ada di Kota Palembang, tetapi juga kabupaten yang tercakup dalam Metropolitan Palembang dapat mendukung dan memfasilitasi adanya kegiatan kerjasama ini.

Kawasan Metropolitan Palembang merupakan salah satu kawasan metropolitan baru yang mencakup Kawasan Perkotaan Palembang (Kota Palembang)-Betung (Kabupaten Banyuasin)-Indralaya (Kabupaten Ogan Ilir)-Kayuagung (Kabupaten Ogan Komering Ilir) sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Kawasan Metropolitan Palembang ini merupakan salah satu Kawasan Strategis Nasional yang selanjutnya harus disusun rencana tata ruang-nya.

Kegiatan kick-off meeting selanjutnya ditindaklanjuti oleh Tim Strengthening Spatial Planning for Resilient Urban Development in Indonesia melalui serangkaian kunjungan lapangan serta instansi dalam rangka pengumpulan data dan informasi untuk melakukan penilaian terhadap risiko bencana dan ketangguhan kota. Selain pilot study dan penyusunan draft pedoman, kegiatan kerjasama ini juga mencakup beberapa aktivitas dalam rangka pengembangan kapasitas aparat pemerintah pusat maupun daerah terkait ketangguhan kota melalui pelatihan/workshop.(gar)