Kementerian ATR/BPN Bagikan 1.786.144 Sertipikat Tanah di 12 Provinsi

Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) membagikan 1.786.144 sertipikat tanah kepada masyarakat melalui kegiatan Pembagian Sertipikat Tanah Untuk Rakyat yang dilaksanakan pada tanggal 23 dan 28 Desember 2017.

Penyerahan sertipikat tanah oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dilakukan melalui program video conference. Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah bertindak sebagai tuan rumah pada acara tanggal 23 Desember 2017 yang diikuti oleh 5 Provinsi lainnya. Di Kota Semarang diserahkan 486.662 sertipikat tanah untuk Provinsi Jawa Tengah. Sementara di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat 24.919 sertipikat, Kota Baubau Provinsi, Sulawesi Tenggara 69.666 sertipikat, D.I. Yogyakarta 66.601 sertipikat, serta Bengkulu 57.436 sertipikat dengan total yang dibagikan 705.194 sertipikat..

Pada 28 Desember 2017 dibagikan sertipikat secara serentak di 7 Provinsi, yaitu di Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat sebagai tuan rumah video conference sebanyak 110.394 sertipikat, Jambi 82.121 sertipikat, Sumatera Selatan 140.335 sertipikat, Sulawesi Selatan 62.543 sertipikat, Lampung 172.007 sertipikat, Jawa Timur 449.624 sertipikat, serta Sulawesi 63.926 sertipikat dengan total yang dibagikan 1.080.950 sertipikat.

Hingga akhir Desember 2017, Kementerian ATR/BPN telah berhasil mencapai target pemetaan, pengukuran, dan pendaftaran sejumlah 5.220.509 bidang tanah atau melampaui target yang ditetapkan.

Kantor Pertanahan merupakan ujung tombak pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL). Melalui program PTSL, Kementerian ATR/BPN telah menerbitkan 4.200.000 sertipikat (82 %).

Dalam PTSL, sebelum diterbitkan sertipikat, status yuridis sebuah bidang tanah dapat dikelompokkan menjadi K1, K2, K3 dan K4. K1 artinya tanah tersebut statusnya clean dan clear sehingga dapat diterbitkan sertipikat. K2 artinya status tanah tersebut sengketa sehingga hanya dicatat dalam buku tanah, K3 artinya status subyek tanahnya belum memenuhi syarat sehingga hanya dicatat dalam daftar tanah, dan K4 artinya tanah tersebut sudah memiliki sertipikat namun perlu perbaikan informasi pada peta.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa sertipikat tanah sangat penting bagi masyarakat dan oleh karena itu Presiden mengingatkan bahwa target pensertipikatan pada tahun-tahun mendatang akan terus meningkat. "Pada tahun 2018 akan diterbitkan 7 juta sertipikat tanah dan pada tahun 2019 akan diterbitkan 9 juta sertipikat tanah," ujar Jokowi.

Presiden mengungkapkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya hanya diterbitkan 500.000 sertipikat tanah setiap tahunnya. Presiden menambahkan bahwa sampai saat ini baru 46 juta bidang tanah, pada seluruh bidang tanah yang terdapat di Indonesia berjumlah 146 juta bidang tanah. "Untuk itu saya minta pada tahun 2025 seluruh tanah di Indonesia sudah bersertipikat," pungkas Jokowi.