Kementerian ATR/BPN Akan Lakukan Perubahan Untuk Wujudkan EODB

Nusa Dua - Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan melakukan perubahan untuk mewujudkan Ease of Doing Business (EODB). Demikian disampaikan oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil saat memberikan keynote speech pada acara Konferensi Internasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Notaris Indonesia (INI) di Hotel Bali Nusa Dua, Bali, Jum'at (8/9).
"Kita melakukan perubahan dalam berbagai hal untuk memperbaiki pelayanan kita, untuk memudahkan pendaftaran tanah, untuk memudahkan kepemilikan sertipikat tanah," kata Sofyan.
Agar pelayanan pertanahan dapat memberikan kemudahan dalam berinvestasi, Sofyan mengungkapkan pemikirannya. "Kita juga sudah memikirkan bahwa suatu saat nanti sertipikat tanah di perumahan tidak perlu datang ke Kantor Pertanahan. Barangkali pengembangnya sendiri bisa mengeluarkan, Kantor Pertanahan hanya mengesahkan, sehingga dengan demikian semakin banyak kemudahan untuk masyarakat," kata Sofyan. 
Lebih lanjut, Sofyan mengatakan bahwa untuk lahan-lahan properti hendaknya memiliki juru ukur sendiri yang diotorisasi oleh Kementerian ATR/BPN. Sehingga perusahaan real estate bisa mengukur sendiri lahan mereka. 
EODB telah menjadi prioritas pemerintahan Jokowi-JK. Berdasarkan data terakhir, Indonesia berada di peringkat 91 dalam kemudahan berbisnis. 
"Presiden Jokowi telah menginstruksikan agar Indonesia masuk peringkat 40 besar dalam kemudahan berbisnis," ungkap Sofyan.