Keanekaragaman Merupakan Modal Sosial Bangsa Indonesia

Jakarta – Keanekaragaman merupakan modal sosial bangsa Indonesia yang dibungkus oleh landasaan idiil yaitu Pancasila. “Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak terdapat perbedaan namun hal tersebut bukanlah halangan dalam kehidupan sehari-hari karena perbedaan bisa menjadi rangkaian indah,” kata Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan A. Djalil saat memberikan sambutan pada Perayaan Natal Kementerian ATR/BPN di Aula Prona Lantai 7, Jakarta, Jum’at (15/12).

Sofyan mengungkapkan bahwa Presiden RI sering menekankan realitas Bangsa Indonesia yang terdiri dari 750 suku bangsa., berbagai macam kebudayaan bangsa serta keanekaragaman agama yang ada dimasyarakat. “Ini adalah suatu realitas bangsa kita dan hal ini adalah warisan budaya bangsa yang harus kita jaga,” ujar Sofyan.

Lebih lanjut, Menteri ATR/Kepala BPN mengatakan agar perbedaan dapat membuat perdamaian dalam kehidupan. “Jadikan ajaran Yesus (Nabi Isa) yang lebih mengutamakan kasih  dan kedamaian menjadi perintah setiap saat dalam berkarya dan bekerja,” kata Sofyan.

Kedamaian tersebut dapat menjadi dasar dalam melaksanakan Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL). Sofyan tidak memungkiri bahwa PTSL menyita waktu jajaran Kementerian ATR/BPN. Namun, Ia menekankan bahwa PTSL merupakan program yang membantu serta memberikan manfaat kepada masyarakat. “Masyarakat dapat langsung ke bank untuk memperoleh modal usaha karena telah memiliki sertipikat tanah. Tidak perlu ke rentenir lagi,” kata Sofyan.

Dalam pelaksanaan PTSL, Sofyan meminta agar setiap jajaran Kementerian ATR/BPN bekerja dengan upaya yang maksimal sehingga pekerjaan tersebut dapat kita lalui dengan baik dan lancar. “Ada hal baru mengenai PTSL yaitu Pasti Tuhan Selalu Lancarkan,” ujar Sofyan.

Perayaan Natal Kementerian ATR/BPN Tahun 2017 mengambil tema “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu” dengan Sub Tema ”Dengan Semangat Natal Kita Tingkatkan Kebersamaan untuk Mensukseskan Program Strategis Nasional Kementerian ATR/BPN”.