Di Depan Masyarakat Jateng, Presiden Ucapkan Terimakasih pada Jajaran ATR/BPN

Presiden RI Joko Widodo mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kementerian ATR/BPN karena pencapaian target pensertipikatan tanah pada tahun 2017. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara pada saat penyerahan 5.500 Sertipikat di Lapangan Dukuh Salam, Slawi, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, Senin (15/01).

"Saya ucapkan terima kasih kepada Jajaran Kementerian ATR/BPN yang telah bekerja siang dan malam sehingga target sertipikat tanah dapat tercapai pada tahun 2017," kata Presiden.

Sertipikat yang diserahkan sebanyak 5.500 Sertipikat yang berasal dari Kabupaten Tegal 3.000 Sertipikat, Kota Tegal 500 Sertipikat, Kabupaten Pemalang 1.000 Sertipikat dan Kabupaten Brebes 1.000 Sertipikat. Pada saat penyerahan, masyarakat yang hadir untuk menerima sebanyak 4.999 penerima .

Lebih lanjut Presiden mengungkapkan kesedihannya karena banyak sengketa tanah yang terjadi di daerah selama ini. 


"Saya paling sedih kalau datang ke daerah, kabupaten, provinsi, keluhannya sengketa tanah tetangga dengan tetangga, individu dengan masyarakat, individu dengan BUMN, anak dengan orang tua, rame gara-gara urusan sertipikat, urusan tanah," jelas Presiden.

Untuk itu maka saat ini Pemerintah terus mengejar penerbitan Sertipikat Tanah sehingga sengketa-sengketa yang ada dapat berkurang, karena sertipikat tanah adalah tanda bukti Hak Atas Tanah.

"Sertipikat ini adalah bentuk kepastian hukum hak atas tanah. Digugat dengan cara apapun kalau sudah pegang sertipikat, ndak ada orang yang berani," tegas Presiden.

Lebih lanjut Presiden juga mengingatkan kepada masyarakat yang ingin mengagunkan sertipikatnya agar digunakan untuk modal dasar mengembangkan usaha dan dikalkulasi terlebih dahulu secara baik.

"Saya titip kalau ingin sertipikat ini untuk agunan ke bank tolong dihitung dulu, tolong dikalkulasi dulu, tanyakan ke bank bunganya berapa, cari yang bunganya murah, pake KUR itu 9% per tahun, tahun ini turun lagi jadi 7% per tahun," jelas Presiden.