6.000 Sertipikat Tanah Dibagikan di Buleleng

Buleleng – Sebanyak 6.000 sertipikat tanah dibagikan kepada masyarakat di Taman Singaraja Kabupaten Buleleng, Selasa (26/9). Dalam kesempatan tersebut, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) juga menyerahkan sertipikat tanah kepada 10 orang perwakilan masyarakat secara simbolis.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan bahwa pada tahun ini akan diterbitkan 5 juta sertipikat tanah. Presiden merasa hal ini sangat perlu dilakukan karena banyak terjadi sengketa tanah yang melibatkan masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan pihak swasta karena tidak adanya sertipikat tanah.

Selain hal tersebut,  Presiden mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat yang hadir agar lebih berhati-hati dalam mengagunkan sertipikat tanah yang dimiliki ke bank. “Tidak apa-apa dipakai untuk agunan tapi tolong dihitung bisa mengangsur tidak, kalau tidak jangan pinjam,” kata Jokowi.

Ia berharap pinjaman tidak dipakai untuk belanja konsumtif seperti membeli mobil atau motor pribadi. Menurutnya sebaiknya pinjaman dipakai modal kerja dan keuntungan dari modal kerja itulah yang ditabung hingga mencukupi untuk membeli kendaraan. 
“Jika diberikan kendaraan bermotor, kerennya cuma 6 bulan saja. Tapi jika kita pakai untuk modal kerja dan apabila untung maka keuntungannya bisa kita gunakan untuk membeli mobil atau motor. Begitu lebih baik,” kata Jokowi.

Dalam laporannya, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan A. Djalil  mengatakan bahwa sampai saat ini jumlah bidang tanah yang terdaftar di Provinsi Bali sudah mencapai 1,2 juta bidang (67%) serta yang belum terdaftar kurang lebih 600 ribu bidang (33%).

“Untuk jumlah sertipikat tanah yang dibagikan pada hari ini sebanyak 6.000 sertipikat tanah sedangkan masyarakat yang hadir sejumlah 4.430 orang yang berasal dari Kabupaten Buleleng,” ungkap Sofyan.

Dijumpai oleh wartawan usai acara tersebut, Sofyan mengungkapkan kepada wartawan bahwa Kabupaten Buleleng memiliki target 36.000 bidang tanah untuk disertipikatkan. 

“Yang sudah jadi mencapai 15.000 sertipikat tanah serta yang lain sudah memasuki tahap pengukuran.(Pada) akhir tahun ini, mudah-mudahan target tersebut tercapai,” kata Sofyan.

Sofyan mengutarakan kepada wartawan bahwa sertipikat ini merupakan program milik pemerintah. Tujuan utama dari pembagian sertipikat tanah ini adalah agar masyarakat mendapat akses ekonomi berupa pinjaman dari bank. “Masyarakat tidak perlu lagi datang ke rentenir,” kata Sofyan.