Presiden Serahkan 7.000 Sertipikat Tanah di Pematangsiantar

Hari ini, Senin (27/11) setelah menyerahkan 503 Sertipikat Hak Atas Tanah kepada rakyat pada acara Peremajaan Sawit Rakyat di Kab. Serdang Bedagai, Presiden RI Joko Widodo kembali menyerahkan Sertipikat Hak Atas Tanah di Lapangan Haji Adam Malik, Kota Pematang Siantar.


Pada kesempatan tersebut Presiden menyerahkan Sertipikat Hak Atas Tanah kepada 7.000 Masyarakat yang tersebar di 6 Kabupaten/Kota yaitu Masyarakat Kota Pematangsiantar 500 Sertipikat, Kabupaten Labuhan Batu 2.000 Sertipikat, Kabupaten Asahan 1.500 Sertipikat, Kabupaten Simalungun 1.500 Sertipikat, Kota Tanjung Balai 1.000 Sertipikat dan Kabupaten Humbang Hasundutan 500 Sertipikat.

Dalam sambutanya Presiden kembali mengingatkan kepada penerima Sertipikat agar merawat Sertipikat yang telah diberikan dengan baik. "Sertipikat yang telah diberikan saya titip dirawat dan dijaga, tolong diberi plastik agar jika rumahnya bocor tidak rusak Sertipikatnya," himbau Presiden.

Presiden juga menghimbau kepada Masyarakat yang mau mengagunkan Sertipikat untuk modal usaha agar dikalkulasi betul dalam penggunaanya dan jangan mengagunkan Sertipikat untuk beli mobil atau motor.

Lebih lanjut Presiden menekankan, percepatan sertifikasi harus dilakukan karena marakanya sengketa tanah yang terjadi akibat banyak masyarakat yang tanahnya belum memiliki sertipikat. "Jika Saya kunjungan ke desa-desa, banyak pengaduan mengenai sengketa tanah. Masyarakat mengadu langsung kepada saya," ungkap Presiden.
"
Sengketa tanah dapat dihindari apabila setiap masyarakat sudah mempunyai sertipikat tanah. Jika sudah punya sertipikat, tidak ada lagi yang mengaku-aku tanah kita," tambah Presiden.

Pada kesempatan yang sama dalam laporannya Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil mengatakan bahwa seluruh Provinsi Sumatera Utara memiliki 3.922.000 bidang dan yang sudah bersertipikat 1.456.000 bidang atau lebih kurang 37%.