Pemerintah Komit Tingkatkan Produksi Pangan Startegis

[Investor Daily, Halaman 7, 14 Juli 2016]

Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan produksi sejumlah komoditas pangan strategis, yakni gula, jagung, dan daging sapi. Hal itu dilakukan untuk mengurangi beban impor. Persoalan keterbatasan lahan akan diselesaikan dengan menyediakan lahan di luar Pulau Jawa.

Presiden Joko Widodo mengumpulkan seju-mah menteri terkait isu ketahanan pangan dan ekonomi untuk membahas upaya meningkatkan produktivitas bahan pangan. "Bapak Presiden maunya tiga bulan ini kita harus selesai dan tuntas untuk persiapan kebijakan ketahanan pangan, terutama mengenai beras, padi, gula, jagung, daging, cabai, dan bawang," kata Menko Perekonomian Darmin Nasution ketika ditemui di Istana Negara Jakarta, Rabu (13/7).

Menurut Darmin, masih terdapat perbedaan data di antara kementerian terkait ketahanan pangan yang belum selaras. Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan kesejahteraan petani, sarana dan prasarana pertanian maupun persoalan logistik dan fasilitas pasar. Presiden dalam waktu dekat akan melakukan sidang kabinet paripurna untuk membahas ketahanan pangan tersebut

Selain itu, kata Darmin Nasution, pemerintah juga akan menyiapkan lahan untuk kebun tebu guna menghasilkan lebih banyak produksi gula di dalam negeri. Selama ini pemenuhan kebutuhan bahan baku gula terhambat oleh masalah minimnya lahan tebu. Pemerintah akan memastikan ketersediaan lahan untuk komoditas tersebut mencukupi kebutuhan tebu nasional untuk memproduksi gula."Pokoknya harus punya lahan, jangan kemudian kita harus impor gula mentah untuk digiling lagi oleh mereka supaya ada pekerjaan," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan telah melakukan pertemuan bersama Presiden Jokowi pada Rabu pagi. Mereka membahas upaya peningkatan produktivitas komoditas pangan, terutama gula, jagung, beras dan sapi. Pemerintah akan mencari lahan di beberapa daerah di Indonesia untuk digunakan sebagai tempat produksi bahan pangan.

Siti mengatakan, pemerintah telah membahas upaya untuk meningkatkan produksi sejumlah komoditas pangan yaitu gula, jagung dan sapi. "Membahas masalah pertanian, ketersediaan lahan untuk kesejahteraan masyarakat di samping untuk mengurangi impor gula, jagung dan sapi. Salah satu masalah dalam mencapai ketahanan pangan adalah kurangnya ketersediaan lahan. Pemerintah telah menyiapkan lahan untuk produksi komoditas tersebut bagi masyarakat, sudah ada skemanya dengan janji Bapak Presiden untuk memakmurkan rakyat," tambah Siti.

Sementara itu, Mentan Amran mengatakan terdapat 15 perusahaan swasta yang serius untuk menggarap komoditas tebu namun membutuhkan lahan yang lebih luas untuk produksi. Kendati kapasitas produksi gula di beberapa pabrik dapat menghasilkan 10 ribu tcd (ton cane per day), namun karena pasokan produk yang kurang maka hanya memproduksi 5 ribu tcd.

Menurut Amran, seperti dilansir Antara, Presiden direncanakan mendapat lokasi yang dipersiapkan untuk produksi komoditas tersebut pada akhir Juli 2016. Sejumlah lokasi yang ditentukan akan berada di seluruh Indonesia, tidak hanya di Pulau Jawa.

Selain itu Menteri Ferry mengatakan kemen-teriannya akan mempersiapkan lahan untuk meningkatkan produksi sejumlah komoditas pangan tersebut "Pemerintah akan memberikan sejumlah opsi dalam menyediakan lahan tersebut sesuai kebutuhan perusahaan untuk meningkatkan produksi komoditas pangan," jelas Ferry. (tl)