Panai Hilir Dapat Jatah Prona 750 Persil

Analisa Daily, Hal 22 | Sabtu, 14 Januari 2017

Kantor Pertanahan/BPN Labuhanbatu pada 2017 ini, akan memberikan Sertifikat Program Nasional Agraria (Prona) kepada masyarakat kawasan pantai di Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu sebanyak 750 persil.

Kepala Kantor Pertanahan Labuhanbatu melalui Kepala Seksi Hak Tanah, Ridwan Lubis saat dihubungi, Jumat (13/1) mengatakan, pada 2017 ini Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu akan mendapatkan jatah 750 persil dari pemerintah pusat.

Pensertifikatan tanah masyarakat secara masai itu merupakan program pemerintah pusat yang biayanya disubsidi untuk memudahkan semua lapisan masyarakat dalam kepemilikan tanah.

Dijelaskannya, alasan Kecamatan Panai Hilir dipilih sebagai target proses Prona BPN Labuhanbatu 2017, karena kawasan yang belum terpecah atau masih dalam satu-kesatuan.

Dengan demikian, lanjut Ridwan, petugas BPN dapat dengan mudah melakukan pensertifikatan secara terpadu. "Untuk 2017 ini, rencananya Kecamatan Panai Hilir mendapat Prona, suratnya belum diputuskan lapi sudah dibicarakan karena sistematis tidak seporadis dan lahannya yang belum terpisah," ujar Ridwan.

Secera teknis, ungkap Ridwan, sebelum penetapan Prona 2017 di Kabupaten Labuhanbatu pihaknya melakukan survey secara intensif ke Sei Pegantungan Kecamatan Panai Hilir yang berjarak 108 kilometer dari Kota Rantauprapat.

Untuk mempercepat pelayanan proses Prona, warga Sei Pegantungan diimbau agar berkoordinasi dengan Kepala Desa, Kepala Dusun dan petugas BPN.

Salah seorang masyarakat Rantauprapat, Tomy Sinaga saat dimintai tanggapannya terkait Prona 2017 mengharapkan, kepada pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Labuhanbatu melalui Kanwil BPN Propinsi Sumatera Utara, agar mengusulkan penambahan desa sasaran Prona untuk 2017 seperti, desa di wilayah Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan.

"Ketiga wilayah di Labuhanbatu Raya ini, semoga sama-sama mendapat jatah dan menikmati program Prona dari pemerintah pusat," ujar Tomy.

(ra)