Lahan 3 Juta Ha Siap Dibagikan

Bisnis Indonesia, Hal 31 | Selasa, 28 Februari 2017

Kementerian Agraria dan Tata Ruang telah mengidentifikasi sekitar 3 juta hektare lahan yang akan didistribusikan kepada masyarakat dalam program reforma agraria. Beberapa lahan itu merupakan bekas dari hak guna usaha perkebunan.
Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang Yuswanda Temenggung menyebutkan lahan 3 juta ha tersebut betul-betul baru alias belum digarap oleh masyarakat. Lahannya berasal dari tanah negara yang menganggur, tanah negara yang ditertibkan, dan hak guna usaha perkebunan yang tidak diperpanjang.
"Para penerimanya nanti ada kriterianya. Kami sedang susun peraturan presidennya," katanya di sela-sela Dialog Nasional Pemantapan 'Kita Kelola Koridor RIMBA, Senin (27/2).
Yuswanda menghitung bahwa redistribusi 3 juta ha lahan dapat memangkas rasio gini penguasaan tanah menjadi 0,42 dari kondisi saat ini 0,49. Pemerintah, lanjut dia, dapat menekan rasio gini menjadi 0,37 jika total 9 juta ha tanah yang dialokasikan dalam program reforma agraria bisa terlaksana sampai 2019.
"Ketimpangan penguasaan tanah di negeri kita memang luar biasa. Di banyak negara, kalau rasio gini mendekati 0,4 biasanya sudah gawat," ujarnya.
Reforma agraria menargetkan 4,5 juta ha yang akan didistribusikan kepada masyarakat. Separuh dari total alokasi 9 juta ha berupa sertifikasi lahan. Dengan demikian, pemerintah akan memberikan status legal bagi tanah-tanah yang sudah diduduki oleh masyarakat, termasuk yang berasal dari pelepasan kawasan hutan.
Di tempat yang sama, Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Prabianto Mukti Wibowo mengingatkan program reforma agraria tidak semata menyangkut distribusi lahan. Guna mendorong pemerataan, pemerintah juga menyiapkan permodalan dan pelatihan sumber daya manusia.
"Presiden Joko Widodo sudah menekankan pemerataan ekonomi di awal tahun ini dan kami merumuskan kebijakan reforma agraria," ujarnya. (Sam-dysara Saraqih)