Jabar Minta BPN Percepat Sertifikasi

Bisnis Indonesia, Halaman 8, 25/8/2016

Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) mempercepat dan mempermudah proses pembebasan lahan di sejumlah proyek infrastruktur.

Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa mengatakan pihaknya sudah mendapatkan komitmen baru dari BPN Kanwil Jabar yang membantu mempercepat proyek-proyek yang ada di Jabar, baik proyek yang didanai APBN maupun APBD. Salah satu yang dibahas terkait proses pembebasan lahan di beberapa proyek jalan tol dan waduk.

"Fokus perhatiannya yaitu percepatan pembebasan jalan tol seperti Tbl Cimanggis---Cibitung, Bocimi [Bogor---Ciawi---Sukabumi] dan Cisumdawu [Cileu-nyi---Sumedang---Dawuan] serta Bandara Internasional Jawa Barat [BIJB] Kertajati," katanya di Bandung, Rabu (23/8).

Pemprov Jabar dan BPN juga sepakat untuk mempercepat pembebasan lahan untuk waduk seperti Waduk Cipanas yang berada di perbatasan Indramayu dan Sumedang serta Waduk Ciawi, Bogor yang sudah sejak lama diusulkan oleh pemerintah pusat guna mengatasi banjir Jakarta. "BPN dan kami sepakat [pembebasan lahan] ini harus dipercepat," ujarnya.

Menurutnya, proses pembebasan lahan di proyek-proyek infrastruktur ini kerap menghadapi masalah administrasi. BPN berperan besar karena harus menindaklanjuti ukuran, peta bidang, appmisal, hingga proses pembayaran.

"Ini semua di sejumlah lokasi harus dipercepat dan tahapan itu harus dilakukan agar tidak ada masalah di kemudian hari," paparnya.

Khusus untuk BUB Kertajati, Majalengka tahun ini Pemprov masih mengalokasikan dana Rp90 miliar untuk pembebasan lahan seluas 30 hektare. Sebagian besar lahan akan digunakan untuk menambah panjang landas pacu dan akses menuju bandara. "Masih kami alokasikan Rp90 miliar untuk pembebasan," katanya.

Pihaknya masih mengalokasikan anggaran karena menganggap perpanjangan landas pacu untuk sisi udara sangat vital. Perpanjangan ini terutama menambah panjang dari existing 2.500 meter menjadi 3.000 meter pada tahun ini sehingga kapasitas BUB untuk didarati pesawat berbadan lebar terkejar. Runway dan jalan turnya.

Saat ini, proses pembebasan lahan seluas 30 hektare tersebut masih terus dalam proses pembebasan. Targetnya, September atau Oktober pembebasan lahannya bisa selesai.

Pemkab Majalengka, Dinas Perhubungan dan BPN tengah mulai mengukur lahan. "Pembebasan ini juga bagian dari komitmen kami menyiapkan 1.800 hektare untuk BIJB," paparnya.

Pihaknya menghitung total dana pembebasan lahan yang sudah dialokasikan Pemprov Jabar dari awal hingga tahun ini sudah mencapai Rp895 miliar, sedangkan dari APBN, total dana yang sudah dialokasikan mencapai Rp600 miliar. Anggaran pusat ini, dialokasikan untuk membangun sisi darat bandara. (KS7)