HYUNDAI PASOK 16 KERETA LRT

PT Jakarta Propertindo memastikan, Hyundai Rotem menang dalam tender pengadaan rolling stock untuk pembangunan kereta ringan (light rail transit/LRT) Jakarta. Sebanyak 16 kereta senilai 32 juta dollar AS akan diproduksi dalam waktu 15 bulan.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Satya Heragandhi, Selasa (7/2), menjelaskan, proses pemilihan produsen rolling stock (lokomotif dan kereta) diikuti lima perusahaan produsen rolling stock dari Korea Selatan, Tiongkok, dan Spanyol. LRT Jakarta mensyaratkan waktu produksi selama 15 bulan karena LRT ditargetkan beroperasi pertama kali saat Asian Games 2018 digelar.

Normalnya, untuk memproduksi rangkaian LRT mulai dari desain hingga selesai produksi diperlukan 28 bulan. Hyundai Rotem, bagian dari Hyundai Motor Group, terpilih sebagai pemenang P103 (pengadaan rolling stock) karena mampu memenuhi syarat tenggat 15 bulan tersebut.

"Saat ini, Hyundai Rotem memproduksi rolling stock untuk Gimpo Line, jaringan angkutan berbasis rel yang spesifikasinya sama. Jadi produksi dibarengkan," kata Heragandhi.

Selain kesiapan memenuhi tenggat dan harga yang cocok, sisi kredibilitas vendor yang sudah diakui dunia turut menjadi pertimbangan.

Jakpro memesan 16 kereta. Nilai setiap kereta 2 juta dollar AS sehingga nilai pengadaan 16 kereta itu total 32 juta dollar AS.

Pengiriman kereta pertama ke Indonesia dijadwalkan April 2018 kemudian secara bertahap agar LRT beroperasi tepat waktu saat Asian Games 2018.

Seperti diwartakan Kompas (2/2), pembangunan LRT mulai masuk tahap konstruksi utama, yaitu pembuatan fondasi untuk mendirikan kolom atau tiang rel. Project Director LRT Jakarta PT Jakarta Propertindo Allan Tandiono mengatakan, pekerjaan dilaksanakan paralel mulai dari depo kereta di Jalan Pegangsaan 2, Jakarta Utara, hingga Jalan Velodrome, Jakarta Timur.

Pembangunan LRT ditargetkan mencapai 70 persen. Fondasi, kolom atau tiang rel, dan bentangan beton sebagai alas rel selesai dibangun akhir 2017.

Pada April 2018, pembangunan LRT Velodrom-Kelapa Gading ditargetkan rampung. Uji coba pengoperasian LRT mulai Mei hingga Juli. "Memasuki Agustus 2018, LRT siap digunakan dan sarana penunjang Asian Games di Jakarta," jelas Allan.

Pembangunan LRT sepanjang 6 kilometer itu dilengkapi enam stasiun, yakni Stasiun Depo, Stasiun Mal Kelapa Gading, Stasiun Boulevard Kelapa Gading, Stasiun Pulomas, Stasiun Pacuan Kuda, dan Stasiun Velodrom.

Perhatikan warga

Warga sekitar lokasi Stasiun MRT Haji Nawi di Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, meminta agar pembangunan jalur MRT tetap memperhatikan kepentingan warga setempat. Masyarakat mengeluhkan usaha mereka terganggu dan sambungan telepon terputus dua pekan akibat kabel terkena pengeboran MRT.

Heriyantomo (60), pemilik toko marmer di Jalan RS Fatmwati, mengatakan, dua sambungan telepon di tempat usahanya putus sejak sekitar 26 Januari lalu. Saat itu, pengeboran untuk pembangunan Stasiun Haji Nawi sudah mulai dilakukan.

Sambungan telepon baru tersambung pada Selasa (7/2) setelah Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar datang ke lokasi dan menjanjikan perbaikan dalam satu hari.

Untuk percepatan pembangunan Stasiun Haji Nawi, sekitar 300 meter Jalan RS Fatmawati ditutup mulai 4 Februari sampai pertengahan Agustus.

Perluasan landasan pacu

Dari Tangerang diwartakan, PT Angkasa Pura II (Persero) mempercepat pembebasan lahan untuk proyek pembangunan landasan pacu (runway) 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Setiap Kamis, petugas membayar ganti rugi kepada masyarakat dari dua kelurahan di Kota Tangerang dan tiga desa di Kabupaten Tangerang agar pembebasan lahan selesai Juli mendatang.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang mencatat, 2.459 bidang tanah dengan luas 134 hektar di Desa Bojong Renged, Rawa Burung, dan Rawa Rengas akan terkena pembebasan lahan. Sementara BPN Kota Tangerang mencatat, 187 bidang tanah atau seluas 34 hektar yang terkena proyek ini berlokasi di Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, dan Kelurahan Salapajang Jaya, Kecamatan Neglasari. Pembebasan lahan itu untuk melengkapi 42 hektar lahan yang sebelumnya dibebaskan PT Angkasa Pura II sepanjang periode 2002-2006.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menargetkan pembebasan lahan sebagai landasan pacu 3 akan rampung pada Juli atau Agustus mendatang. Pembangunan landas pacu 3 untuk meningkatkan pergerakan di bandara dari 76 pesawat per jam menjadi 112 pesawat per jam.

(IRE/HLN/PIN)