15 Perusahaan Gula Dapat Bantuan Lahan

[Rakyat Merdeka, Hal 14, 14 Juli 2016]

Pemerintah akan memberikan lahan kepada 15 perusahaan gula swasta untuk meningkatkan produksinya. Sebab, saat ini ketergantungan impor gula sangat tinggi. Diharapkan impor bisa ditekan.

MENKO Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, alasan pemerintah memberikan lahan kepada 15 perusahaan swasta adalah untuk menekan impor gula rafinasi. Sebab, saat ini. terdapat 13 pabrik gula yang tidak memiliki lahan bahan baku.

"Kalau enggak, kita terpaksa harus mengimpor gula mentah (raw sugar) untuk digiling sama mereka. Harus dicari penyelesaian mengenai hal itu." kata Darmin di Kompleks Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, penyediaan lahan tambahan menjadi penyelesaian jangka pendek bagi pabrik gula yang tidak memiliki lahan produksi bahan baku. Mengenai skema penyediaan lahan, kata Darmin. bisa dilakukan dengan cara kerja sama dengan masyarakat yang tentunya memiliki lahan. Misalnya, lahan yang dimiliki oleh PT Perhutani.

Menteri Pertanian Andi Am-ran Sulaiman mengaku, siap menyediakan lahan untuk 15 perusahaan gula swasta dalam beberapa minggu ke depan. Diharapkan produksi 15 perusahaan itu bisa bertambah.

"Perusahaan ini memiliki pabrik gula berkapasitas besar, namun hasil produksinya masih jauh dari kapasitas yang tersedia," katanya.

Saat ini, rata-rata 15 perusahaan gula swasta tersebut sekitar 10 ribu ton dan hanya mampu memproduksi 5 ribu ton. Penyediaan lahan tidak hanya di Pulau Jawa, tapi juga di seluruh Indonesia. "Lokasinya di Jawa, luar Jawa, seluruh Indonesia, swasta semua," katanya.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry M Baldan telah memastikan peta jalan (roadmap) penyediaan lahan tebu bagi 15 perusahaan gula swasta yang selama ini telah investasi banyak di Indonesia akan segera selesai dengan cepat.

"Ya bahas lahan difasilitasi roadmap-nya. Terus ketersediaan lahannya, akan rapat lagi dalam waktu dua minggu. realisasi roadmap itu." kata Ferry.

Lahan yang disediakan akan disesuaikan dengan kebutuhan dari 15 perusahaan gula swasta itu. "Jadi yang disediakan sesuai dengan yang dibutuhkan, ada beberapa tambahan lahan untuk tebu, kami harus siapkan itu," tambahnya.

Ferry menyebutkan, penyediaan lahan kepada 15 perusahaan adalah perusahaan yang telah investasi lama di Indonesia dan tercatat di Kementerian Pertanian serta telah memiliki pabrik pengolahan gula sendiri.

Mengenai skema, dia mengungkapkan, masih dalam tahap finalisasi baik diberikan secara cuma-cuma atau dikerjasamakan. "Bagaimanapun bisa kita kerjasamakan atau kita apa kan, atau ketersediaan tidak serta merta kita berikan begitu saja, tapi karena dia investasi dan butuh ketersediaan lahan maka kita siapkan." pungkasnya.

Percepat Impor
Sementara itu. Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto meminta, jatah impor gula mentah (raw sugar) untuk kebutuhan industri pada kuartal III dan kuartal IV dipercepat. Pasalnya, saat ini stoknya tersebut semakin menipis.

Menurut dia, situasi pasar global untuk bahan baku gula sangat tidak menguntungkan industri di dalam negeri. Pasalnya, selain stoknya terbatas, harga jual gula tersebut sangat tinggi.

"Sekarang situasinya untuk gula di luar kan lagi sulit mendapatkan barang. Thailand sudah menutup, tinggal Brazil sama Australia, harganya juga naik. Ini kita harus cermati jangan sampai kita kekurangan." ujar dia.

Selain itu, produksi gula mentah di dalam negeri juga dikhawatirkan tidak sesuai harapan. Pasalnya, musim giling tebu mundur akibat faktor cuaca. Hal ini membuat rendemen tebu menjadi rendah sehingga produksi tidak sesuai target.

Panggah menyatakan, menipisnya stok bahan baku gula ini mungkin tidak terlalu dirasakan oleh industri pengguna gula skala besar. Namun hal ini akan sangat dirasakan oleh industri-industri skala kecil. Oleh sebab itu, pihaknya harus memastikan agar stok gula mentah ini bisa mencukupi untuk kebutuhan industri. 

Kebutuhan raw sugar untuk industri pada tahun ini sebesar 3,2 juta ton. Hingga saat ini realisasi impor tersebut baru sebesar 1.7 juta ton.

Sementara hingga September ditargetkan bisa terpenuhi hingga 2,7 juta ton. Ini berarti masih ada sisa 500 ribu ton yang harus dikejar hingga akhir tahun. 

men